Boneka Tedy (part 1)

Kisah ini di mulai ketika seorang pria bernama kiki panggilan akrabnya, membeli sebuah boneka tedy besar di sebuah toko biasa milik sahabatnya. Boneka itu di belinya sebagai hadiah ulang tahun istrinya, nana. Nana sangat menyukai boneka karena itulah kiki menghadiahkan boneka untuk nana.
Sepulang kerja, kiki bergegas ke toko boneka milik Ibu sahabatnya, Nia. untuk mengambil boneka yang telah di pesannya. Ya, kiki memesan khusus sebuah boneka pada nia, sahabatnya, untuk di buatkan yang sangat spesial.
Diidepan toko, Nia dan Ibunya mengantarkan kiki.
Tsk! Tiba-tiba Nia merasakan sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada kiki. Aura Kiki, ia rasakan sangat gelap dan berat.
"Ki! Menginap saja malam ini di sini. Bolehkan bu?" Tawar Nia
"Eh! Bo-boleh, tentu saja boleh kalau Kiki mau?" ujar ibu setuju
"Maaf ya, Kiki harus pulang sekarang. Jadi gak bisa nginep."
“Kalau kamu bersekukuh untuk pulang, bawalah ini. Ini akan membantumu.” Nia mengikatkan sebuah tali merah di tangannya.
Ibunya merasa bingung dengan putrinya, wajar saja ia tidak mengetahui rahasia yang dimilki putrinya, hanya Kiki lah yang tahu. Ia paham bahwa Ikatan itu adalah sebuah penghalang/jimat penjaga.
Nia sangat kuatir pada Kiki, Nia dan Kiki adalah sahabat sejak masih kecil, mereka selalu bersama-sama bahkan dari TK hingga kuliah sekarang selalu bersama. Keduanya sangat erat hubungan, mereka saling mengetahui kekurangan maupun kelebihan, kesukaan maupun yang di benci keduanya. Seperti Kiki yang mengetahui kalau Nia itu seorang anak indigo, Nia dapat mengetahui seseorang yang akan di timpa musibah/nasib sial. Nia juga dapat merasakan aura negatif makhluk tak kasat mata, walaupun tidak terlalu jelas.
“Tidak akan terjadi apa-apa padaku, tapi terima kasih untuk kalungnya.” ujarnya lalu melajukan motornya, “Tante, Nia! Kiki pamit.” serunya sambil melambaikan tangannya.
Dengan kecepatan sedang, motor kiki melaju melewati jalan yang selalu ia lewati setiap hari sepulang kerja. Seperti malam biasa, tidak ada yang istimewa malam ini, hanya hembusan angin yang dingin melewati tangan Kiki, rasanya menyejukkan diantara lampu-lampu jalan yang menerangi. Dari jalan raya yang ramai akan kendaraan, ia berbelok ke kiri, memasuki kawasan perumahan.
Di jalan perumahan, situasi mulai berubah 180o seketika aura mencekam terasa, lampu jalan tiba-tiba berkedip-kedip tidak beratur, angin berhenti berhembus, terasa sesak, padahal seharusnya dengan kecepatan yang sedang hembusan angin akan terasa, namun ini tidak, terasa gerah. Pepohanan diantara jalan menambah aura yang tidak menegenakan, dan membuat KIki mulai waspada, persaan takut menyelimutinya.
Kiki merasa ia salah memilih jalan, aku tidak seharusnya lewat sini walaupun ini adalah jalan yang cepat. Benar apa yang di katakan oleh orang-orang kawasan ini angker pada malam hari, lihat! Tidak ada seorang pu yang melewati jalan ini padahal ini adalah sebuah perumahan? Gumamnya. Untuk menemani perjalanan ia pun berhenti dan mengenakan headset lalu menyetel musik di ponselnya. Ketika ia berhenti untuk itu, tiba-tiba pohon yang amat rindang di dekatnya, dahannya bergoyang padahal dahan pohon lainnya sama sekali tidak bergerak. Cuek tidak memperdulikannya, ia pun melanjutkan perjalanan, ketika ia menggerakan stang motornya, tanpa sadar ikatan benang merah itu terlepas darinya dan membuatnya terjatuh, hilang entah dimana.
Brooomm! Motornya melaju, tidak jauh dari tempat terjatuhnya jimat pemberian Nia, tiba-tiba nafasnya terasa berat, ia merasakan sesuatu memeluknya dengan kuat, ia melihatnya bagian pingganngya, Ia mendapati tangan boneka itu memeluknya, padahal saat mengikatkan boneka itu ke tubuhnya, keadaan tangan boneka terikat tegap tidak memeluknya, ia amat kaget, namun rasa penasaran membuatnya melirik ke belakang.
terasa amat sesak... Jantungnya berhenti berdenyut... Lalu ia terjatuh dari motornya, ia terkapar di jalan. Sedangkan bonekanya terpental tanpa sebab dan terjatuh jauh darinya. Tidak ada orang yang lewat malam itu sehingga tidak ada yang menolongnya hingga pagi menjelang, bunyi kokok ayam bersahutan.
Akhirnya di pagi itu ada pengendara yang melintas di jalan itu, pengendara melihat Kiki tergeletak di jalan, ia segera menolongnya. Tanpa banyak tanya ia menelpon ambulans dan menunggunya.
Tidak lama berselang setelah ambulans di telpon, mereka pun datang ke lokasi dan membawanya ke rumah sakit. Tapi sayangnnya Kiki sudah tidak bernyawa sejak semalam, pihak rumah sakit memberi kabar ke keluarganya. Keluarga yang mendapat kabar, syok dan seakan tidak percaya. Mereka bergegas mendatangi rumah sakit.
Isak tangis keluarga pecah melihat Kiki yang terbaring kaku di ruang jenazah. Terutama ibu dan istrinya Nana serta Nia sahabatnya, mereka syok lalu Pingsan bersamaan.
Jelas Kiki telah meninggal dunia, namun penyebab kematian tidak ada yang tahu? Hasil visum, penyebab kematiannya bukanlah dari kecelakaan. Ini seperti serangan jantung, namun dokter pun mengatakan fisik Kiki dalam masa primanya. Jantung dan pembuluh darah, tentu saja sehat, tidak ada penyumbatan. Yang jelas ada bekas pembuluh darah yang pecah di bagian atas perutnya, seperti bekas jeratan. Dokter mengatakan, mungkin bekas jeratan ini yang membuatnya kesultan bernafas karena sesak.
Apapun penyebabnya, kematian Kiki menjadi kisah horor baru di perumahan yang banyak di tinggal penghuninya. Dan keluarga Kiki pun membenarkannya.
To be countinued...
Komentar
Posting Komentar